Ibu Menyusui Tidak Boleh Stres

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang memiliki nutrisi paling sempurna untuk seorang bayi. ASI merupakan hasil kerja gabungan hormon yang terdapat dalam tubuh ibu dengan refleks yang dirangsang oleh hormon tersebut.

Ujung saraf sensoris banyak terdapat pada payudara terutama pada punting susu. Rangsangan yang diakibatkan oleh isapan bayi saat menyusu akan menimbulkan impuls menuju salah satu organ dalam otak kita yaitu hipotalamus.  Impuls dari hipotamalus akan diteruskan ke hipofisis bagian depan yang mengeluarkan hormon bernama prolaktin dan diteruskan juga ke hipofisis bagian belakang yang berfungsi untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon prolaktin yang dihasilkan akan dialirkan oleh darah ke  kelenjar payudara, maka terjadilah refleks pembentukan ASI.

Diproduksinya ASI merupakan sebuah rangsangan dari pengosongan payudara. Sehingga bila ASI sering dikeluarkan, ASI yang diproduksi akan lebih banyak. Namun apabila payudara tidak sering dikosongkan, maka payudara akan berhenti memproduksi ASI.

Lihat Juga : 25 Cara dan Tips Cara Cepat Hamil Yang Terbukti Ampuh

Hormon oksitosin yang dihasilkan memiliki peran untuk refleks pengeluaran ASI (let down refleks) menyebabkan berkerutnya sel-sel otot di sekitar kelenjar payudara menyebabkan ASI terperas keluar. Apabila ASI yang diproduksi sang ibu banyak namun refleks ini tidak bekerja, maka bayi tidak akan mendapatkan ASI yang cukup.

Hubungan stress dengan ASI

 Pikiran ataupun perasaan ibu sangat mempengaruhi terjadinya sebuah proses rumit agar terjadinya refleks pengeluaran ASI. Refleks ibu dapat dipicu dengan perasaan senang melihat bayinya, menikirkan bayi dengan perasaan kasih sayang, mendengar tangis bayinya, serta mencium bayinya. Sedangkan stress yang dirasakan oleh ibu menyusui, akan menghambat refleks oksitosin.

Apabila seorang ibu menyusui mengalami stress, maka bayinya akan merasa tidak nyaman. Seringkali bayi akan menolak untuk menyusu pada sang ibu yang menyebabkan perangsangan payudara tidak terjadi dan produksi ASI dapat terhenti. Apabila bayi dapat mentolerir perasaan ibu, terjadinya stress akan menyebabkan refleks oksitosin terhambat menyebabkan ASI yang keluar tidak mencukupi, jika terus terjadi lama kelamaan produksi ASI dapat terhenti.

Stress dapat dihindari dengan cara menikmati kebersamaan bersama bayi, dan mencoba menikmati masa-masa Anda sebagai seorang ibu. Serta makan makanan yang tepat menjadi salah satu Cara Memperbanyak ASI bagi ibu menyusui.